Aspal HRS-WC vs AC-WC: Ketahui Perbedaan, Kelebihan, dan Fungsinya di Lapisan Jalan
Perbedaan HRS WC dan AC WC sering menjadi pertanyaan penting dalam dunia konstruksi jalan. Kedua jenis aspal hotmix ini sama-sama penggunaanya sebagai lapisan aus, namun memiliki perbedaan dalam struktur campuran, karakteristik, serta fungsi di lapangan. Artikel ini akan menjelaskan secara detail keunggulan masing-masing jenis, cara penerapannya, dan bagaimana memilih aspal yang paling sesuai agar hasil jalan lebih kuat, halus, dan tahan lama. Nah kali ini mimin jasa aspal hotmix akan mengulas secara detail, yuk baca hingga selesai.
Pengantar Tentang Jenis Aspal Hotmix
Aspal hotmix adalah campuran agregat dan aspal keras yang dipanaskan pada suhu tinggi untuk menghasilkan lapisan jalan yang kuat dan tahan lama. Jenis aspal ini tampak perbedaanya berdasarkan fungsi dan komposisi campurannya, salah satunya adalah HRS-WC (Hot Rolled Sheet – Wearing Course) dan AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course). Kedua jenis tersebut berperan penting sebagai lapisan aus, yaitu lapisan paling atas yang langsung bersentuhan dengan roda kendaraan.

Pemahaman terhadap perbedaan HRS WC dan AC WC menjadi penting agar pelaksanaan proyek jalan dapat menghasilkan kualitas permukaan yang sesuai dengan kebutuhan lalu lintas, kondisi lingkungan, dan standar kekuatan konstruksi.
Mengenal Aspal HRS-WC (Hot Rolled Sheet Wearing Course)
Pengertian dan Komposisi Aspal HRS-WC
Aspal HRS-WC (Hot Rolled Sheet – Wearing Course) adalah jenis aspal hotmix bergradasi terbuka (gap graded) yang terancang untuk memberikan daya cengkeram tinggi pada permukaan jalan. Campuran ini terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler (seperti semen atau abu batu), dan aspal keras dengan kadar lebih tinggi daripada jenis aspal lainnya.
Ciri khas utama HRS-WC terlihat dari tekstur permukaan yang kasar dan berpori, sehingga mampu memberikan traksi optimal bagi kendaraan, terutama saat kondisi jalan basah atau licin. Kombinasi tersebut menjadikan HRS-WC sangat ideal penggunaanya di area dengan volume lalu lintas tinggi dan beban berat.
Fungsi dan Penggunaan Aspal HRS-WC
Secara umum, fungsi HRS-WC adalah sebagai lapisan aus (wearing course) atau lapisan paling atas yang berfungsi melindungi lapisan bawah dari tekanan beban kendaraan dan pengaruh cuaca. Jenis aspal ini sering untuk penggunaan:
- Jalan raya antar kota atau jalan provinsi,
- Area industri atau pelabuhan dengan beban berat,
- Tikungan tajam atau jalur menanjak yang membutuhkan traksi tinggi.
Permukaan kasar yang dari hasil HRS-WC membantu mengurangi risiko selip dan meningkatkan keselamatan berkendara, menjadikannya pilihan utama pada jalan dengan lalu lintas padat dan kondisi medan ekstrem.
Kelebihan dan Kekurangan Aspal HRS-WC
Kelebihan:
- Daya lekat antar agregat sangat tinggi.
- Memiliki kemampuan menahan deformasi akibat tekanan berat kendaraan.
- Memberikan traksi dan daya cengkeram ban optimal.
- Cocok untuk kondisi jalan basah atau sering tergenang air.
Kekurangan:
- Permukaan terasa kasar dan sedikit berisik saat kendaraan lewat.
- Rentan terhadap kerusakan jika pencampuran atau pemadatan tidak sesuai suhu standar.
- Membutuhkan perawatan dan pengawasan ketat saat proses penghamparan di lapangan.

Mengenal Aspal AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course)
Pengertian dan Komposisi Aspal AC-WC
Aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) merupakan jenis lapisan aus yang berfungsi sebagai permukaan terluar pada struktur jalan. Berbeda dengan HRS-WC yang lebih lentur, AC-WC memiliki struktur agregat bergradasi rapat (dense graded) sehingga menghasilkan lapisan yang lebih padat, halus, dan kuat terhadap beban lalu lintas berat.
Secara teknis, campuran AC-WC terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal keras yang teraduk pada suhu tinggi. Hasilnya adalah lapisan yang memiliki kestabilan struktural tinggi dan ketahanan aus yang baik, sangat cocok penggunaanya untuk jalan nasional, tol, maupun jalur utama dengan intensitas kendaraan berat tinggi.
Selain itu, permukaan AC-WC lebih halus dan kedap air, menjadikannya ideal untuk mencegah masuknya air ke lapisan bawah jalan yang bisa menyebabkan kerusakan dini seperti retak atau lubang. Karena kekuatannya, AC WC juga sering penggunaanya sebagai penutup terakhir pada konstruksi jalan baru maupun perbaikan (overlay).
Secara keseluruhan, AC WC terancang untuk daya tahan jangka panjang dan kenyamanan berkendara, sedangkan HRS-WC lebih menonjolkan fleksibilitas dan ketahanan terhadap retak.
Komposisi Aspal AC-WC
Aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) memiliki komposisi yang terancang secara presisi agar menghasilkan permukaan jalan yang kuat, halus, dan tahan lama. Campuran ini tersusun dari beberapa material utama dengan proporsi tertentu sesuai standar Spesifikasi Umum Bina Marga. Berikut adalah komponen utama dalam campuran AC-WC:
- Agregat Kasar (40–60%)
Agregat kasar berfungsi sebagai tulang utama dalam campuran aspal. Biasanya berasal dari batu pecah berukuran antara 4,75 mm hingga 19 mm. Fungsinya adalah memberikan kekuatan struktural dan stabilitas terhadap beban kendaraan berat. - Agregat Halus (25–40%)
Agregat halus mengisi celah antar batuan besar dan membantu meningkatkan kelekatan antar partikel. Material ini bisa berupa pasir alam, abu batu, atau hasil screening batu pecah. - Filler (4–10%)
Filler berfungsi sebagai pengisi pori-pori halus dan meningkatkan kepadatan campuran. Umumnya menggunakan semen Portland, debu batu kapur, atau abu terbang (fly ash). Filler juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan campuran terhadap deformasi. - Aspal Keras (4–6%)
Aspal keras atau bitumen berperan sebagai pengikat utama antara agregat. Jenis yang digunakan biasanya Aspal Pen 60/70 sesuai standar Bina Marga, karena memiliki keseimbangan antara kekakuan dan fleksibilitas yang baik untuk kondisi iklim tropis Indonesia. - Suhu Pencampuran dan Pemadatan
Proses pencampuran dilakukan pada suhu 145–165°C, sedangkan pemadatan dilakukan pada suhu 135–145°C agar campuran tetap plastis dan mudah diratakan. Kontrol suhu ini penting agar campuran tidak terlalu kering atau lembek, yang dapat mempengaruhi kualitas hasil akhir.
Dengan komposisi yang terukur ini, lapisan AC-WC mampu menahan deformasi, aus, dan retak akibat beban lalu lintas tinggi, sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Fungsi dan Penggunaan Aspal AC-WC
Aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) memiliki peran vital dalam struktur perkerasan jalan karena menjadi lapisan aus atau lapisan permukaan yang langsung bersentuhan dengan beban kendaraan dan kondisi cuaca. Fungsinya bukan hanya memberikan kekuatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Sebagai Lapisan Aus (Wearing Course)
Fungsi utama AC-WC adalah melindungi lapisan di bawahnya dari beban kendaraan, gesekan ban, air hujan, dan sinar matahari langsung. Karena terletak di permukaan, lapisan ini harus kuat, padat, dan kedap air untuk menjaga ketahanan struktur jalan secara keseluruhan. - Memberikan Kenyamanan Berkendara
Permukaan AC-WC yang halus dan rapat mampu meminimalkan kebisingan serta getaran kendaraan. Hal ini membuat jalan lebih nyaman dilalui, terutama pada kecepatan tinggi seperti di jalan tol atau jalur antar kota. - Meningkatkan Daya Cengkeram Ban (Skid Resistance)
Struktur agregat AC-WC yang seimbang membantu menciptakan permukaan yang tidak licin meskipun dalam kondisi basah, sehingga meningkatkan keselamatan pengemudi. - Sebagai Lapisan Penutup Konstruksi Baru atau Overlay
Selain digunakan pada jalan baru, AC-WC juga berfungsi untuk overlay atau pelapisan ulang jalan lama yang mulai aus. Dengan menambahkan lapisan AC-WC, daya tahan jalan bisa meningkat hingga beberapa tahun ke depan tanpa perlu rekonstruksi total. - Perlindungan Terhadap Air dan Cuaca
Karena memiliki gradasi agregat rapat, AC-WC efektif mencegah infiltrasi air ke lapisan bawah. Ini sangat penting untuk mencegah kerusakan dini seperti retak, lubang, dan penurunan lapisan dasar akibat kelembapan berlebih.
Dengan kombinasi fungsi-fungsi tersebut, AC-WC menjadi pilihan utama untuk jalan berintensitas lalu lintas tinggi seperti jalan tol, jalan arteri, hingga akses industri yang menuntut ketahanan dan kehalusan optimal.
Kelebihan dan Kekurangan Aspal AC-WC
Aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) dikenal sebagai salah satu jenis campuran aspal yang paling banyak digunakan dalam proyek jalan modern karena menawarkan kombinasi antara kekuatan struktural dan kehalusan permukaan. Namun, seperti halnya material konstruksi lainnya, AC-WC juga memiliki kelebihan dan keterbatasan tersendiri. Berikut penjelasan lengkapnya:
Kelebihan Aspal AC-WC
- Kekuatan dan Stabilitas Tinggi
Struktur agregat rapat menjadikan AC-WC mampu menahan tekanan dari kendaraan berat tanpa mudah mengalami deformasi (gelombang atau alur). Ini menjadikannya ideal untuk jalan tol, jalur utama, dan area industri. - Permukaan Jalan Halus dan Nyaman
Karena komposisi agregatnya bergradasi rapat, lapisan AC-WC memberikan hasil akhir yang sangat halus, mendukung kenyamanan berkendara, dan mengurangi tingkat kebisingan. - Kedap Air dan Tahan Terhadap Cuaca
Gradasi padat pada campurannya membuat AC-WC memiliki daya serap air sangat rendah. Ini membantu mencegah air masuk ke lapisan bawah, yang sering menjadi penyebab retak atau lubang pada jalan. - Daya Tahan Aus Tinggi
Permukaan AC-WC dirancang untuk tahan terhadap gesekan ban dalam jangka panjang, menjadikannya ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi dan frekuensi pengereman besar. - Cocok untuk Pekerjaan Overlay (Pelapisan Ulang)
AC-WC dapat digunakan sebagai lapisan penutup pada jalan lama untuk meningkatkan kualitas permukaan tanpa perlu perombakan total, sehingga lebih efisien secara waktu dan biaya.
Kekurangan Aspal AC-WC
- Biaya Produksi dan Pengerjaan Lebih Tinggi
Karena menggunakan bahan agregat dan aspal berkualitas tinggi serta membutuhkan kontrol suhu yang presisi, biaya pembuatan AC-WC relatif lebih mahal dibanding jenis HRS-WC. - Kurang Fleksibel terhadap Pergerakan Tanah
Kekakuan strukturalnya membuat AC-WC kurang cocok untuk daerah dengan kondisi tanah yang sering bergerak atau mengalami penurunan, karena berisiko munculnya retak halus. - Butuh Peralatan dan Tenaga Profesional
Proses produksi dan penghamparan AC-WC harus dilakukan dengan alat berat modern dan tenaga ahli berpengalaman agar hasilnya optimal dan sesuai spesifikasi teknis. - Pemeliharaan Diperlukan Secara Berkala
Walaupun kuat, lapisan AC-WC tetap membutuhkan perawatan rutin untuk mencegah kerusakan dini akibat faktor cuaca ekstrem atau beban kendaraan berlebih.

Perbedaan Utama Antara Aspal HRS-WC dan AC-WC
Meskipun sama-sama digunakan sebagai lapisan aus (wearing course) pada permukaan jalan, Aspal HRS WC dan AC WC memiliki karakteristik teknis, fungsi, serta keunggulan yang berbeda. Pemilihan jenis campuran aspal yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan proyek, kondisi lalu lintas, dan lingkungan sekitar. Berikut perbedaan utamanya:
1. Komposisi dan Gradasi Agregat
- HRS-WC (Hot Rolled Sheet – Wearing Course) menggunakan gradasi terbuka (open graded), artinya terdapat lebih banyak rongga udara di antara butiran agregat. Hal ini menjadikan campuran lebih lentur dan fleksibel.
- AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) menggunakan gradasi rapat (dense graded), dengan susunan agregat yang padat dan saling mengunci kuat. Hasilnya adalah campuran yang lebih stabil dan kokoh.
2. Karakteristik Campuran
- HRS-WC cenderung lebih fleksibel dan tidak mudah retak karena rongga udara lebih banyak, cocok untuk area dengan kondisi tanah dinamis atau beban lalu lintas sedang.
- AC-WC memiliki kepadatan tinggi dan kekuatan struktural besar, sehingga mampu menahan beban berat kendaraan di jalan tol atau jalan arteri utama.
3. Tekstur Permukaan dan Daya Cengkeram
- HRS-WC memiliki tekstur permukaan yang sedikit kasar, memberikan daya cengkeram ban (skid resistance) lebih baik terutama pada kondisi basah.
- AC-WC menghasilkan permukaan yang lebih halus dan rata, meningkatkan kenyamanan berkendara namun sedikit lebih licin jika drainase tidak baik.
4. Daya Tahan Terhadap Air dan Cuaca
- HRS-WC memiliki rongga udara yang lebih besar, sehingga relatif lebih mudah menyerap air, memerlukan perawatan lebih rutin agar tidak mudah rusak.
- AC-WC justru kedap air dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, membuatnya ideal untuk lapisan atas pada jalan dengan curah hujan tinggi.
5. Aplikasi dan Kegunaan di Lapangan
- HRS-WC lebih sering digunakan pada jalan perkotaan, jalan lingkungan, atau perbaikan permukaan (maintenance) karena lebih lentur dan ekonomis.
- AC-WC banyak diterapkan pada jalan nasional, jalan tol, dan kawasan industri yang membutuhkan daya tahan tinggi terhadap beban lalu lintas berat.
6. Biaya dan Proses Pengerjaan
- HRS-WC memiliki biaya produksi dan penghamparan lebih rendah, serta lebih mudah dikerjakan karena tidak memerlukan kontrol suhu seketat AC-WC.
- AC-WC membutuhkan biaya dan kontrol mutu lebih tinggi, tetapi hasilnya sebanding dengan daya tahan dan kualitas permukaannya yang superior.
Secara sederhana, HRS WC unggul dalam fleksibilitas dan efisiensi biaya, sementara AC WC menonjol dalam kekuatan dan ketahanan jangka panjang. Pemilihan keduanya harus mempertimbangkan kebutuhan proyek dan tingkat lalu lintas yang dilalui jalan tersebut.
Tabel Perbandingan Teknis Aspal HRS-WC dan AC-WC
Untuk mempermudah memahami perbedaan kedua jenis aspal ini, berikut adalah tabel perbandingan teknis antara HRS WC dan AC WC berdasarkan karakteristik campuran, fungsi, serta penggunaannya di lapangan.
Aspek Teknis | HRS-WC (Hot Rolled Sheet – Wearing Course) | AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) |
|---|---|---|
Jenis Gradasi Agregat | Terbuka (Open Graded) – lebih banyak rongga udara | Rapat (Dense Graded) – padat dan saling mengunci |
Fleksibilitas Campuran | Tinggi, mampu menyesuaikan pergerakan tanah | Rendah, lebih kaku dan stabil |
Kepadatan Campuran | Sedang, dengan pori-pori udara 3–6% | Tinggi, dengan pori udara < 4% |
Daya Serap Air | Cenderung tinggi, perlu perawatan rutin | Rendah, sangat kedap air |
Tekstur Permukaan | Kasar, memberikan cengkeraman ban baik | Halus, memberikan kenyamanan berkendara |
Kekuatan Struktural | Cukup untuk beban lalu lintas ringan–sedang | Sangat tinggi, cocok untuk lalu lintas berat |
Tahan Terhadap Deformasi (Alur/Rutting) | Sedang, bisa berubah bentuk jika sering dilalui beban berat | Tinggi, stabil terhadap beban dan suhu tinggi |
Biaya Produksi dan Penghamparan | Lebih murah dan mudah dikerjakan | Lebih mahal dan butuh kontrol suhu presisi |
Kebutuhan Peralatan | Standar, bisa menggunakan alat hotmix umum | Modern, membutuhkan AMP dan alat pemadat khusus |
Kesesuaian Area Penggunaan | Jalan lingkungan, perkotaan, atau jalan kelas II–III | Jalan tol, nasional, industri, dan arteri utama |
Umur Layanan (Service Life) | 5–7 tahun dengan pemeliharaan rutin | 10–15 tahun dengan kualitas pengerjaan baik |
baca juga harga aspal hotmix terbaru
Analisis Pemilihan Berdasarkan Kebutuhan Jalan
Pemilihan antara aspal HRS WC dan AC WC tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Masing-masing memiliki karakteristik teknis yang harus disesuaikan dengan fungsi jalan, beban lalu lintas, kondisi lingkungan, dan target umur layanan. Berikut analisis lengkapnya agar proyek jalan lebih efisien dan tahan lama:
1. Berdasarkan Jenis dan Kelas Jalan
- HRS-WC lebih cocok digunakan pada jalan dengan kelas menengah ke bawah, seperti jalan lingkungan, jalan kota, atau area perumahan. Fleksibilitasnya membantu menahan pergerakan tanah tanpa cepat retak.
- AC-WC ideal untuk jalan kelas tinggi, seperti jalan nasional, tol, dan akses industri yang menerima volume kendaraan berat setiap hari.
2. Berdasarkan Beban dan Volume Lalu Lintas
- HRS-WC direkomendasikan untuk lalu lintas ringan hingga sedang, dengan dominasi kendaraan kecil atau sedang.
- AC-WC diprioritaskan untuk lalu lintas berat dan padat, terutama di jalur utama yang sering dilalui truk atau kendaraan logistik.
3. Berdasarkan Kondisi Lingkungan dan Tanah
- HRS-WC unggul di daerah dengan tanah yang mudah bergerak atau sering mengalami penurunan, karena sifat lenturnya mampu beradaptasi terhadap perubahan permukaan.
- AC-WC lebih cocok untuk daerah dengan curah hujan tinggi atau suhu ekstrem, karena strukturnya rapat dan kedap air sehingga lebih tahan terhadap pelapukan dan rembesan air.
4. Berdasarkan Umur dan Biaya Pemeliharaan
- HRS-WC memiliki umur layanan sekitar 5–7 tahun, namun mudah diperbaiki dan biayanya lebih hemat. Cocok untuk proyek dengan anggaran terbatas namun tetap membutuhkan hasil cepat.
- AC-WC memiliki umur layanan 10–15 tahun dengan ketahanan tinggi terhadap aus dan deformasi, meski biaya awalnya lebih besar.
5. Berdasarkan Tujuan Proyek dan Efisiensi Anggaran
- Jika proyek bertujuan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi biaya dalam jangka pendek, maka HRS-WC bisa menjadi pilihan.
- Namun jika prioritasnya adalah ketahanan jangka panjang dan minim perawatan, AC-WC jauh lebih ideal, terutama pada proyek jalan strategis nasional.
Kesimpulan dan Rekomendasi Penggunaan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan HRS-WC dan AC-WC terletak pada karakteristik campuran, fungsi, serta daya tahannya terhadap kondisi lalu lintas dan lingkungan.
Aspal HRS-WC (Hot Rolled Sheet – Wearing Course) memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas, kemudahan pengerjaan, dan efisiensi biaya. Jenis ini cocok digunakan pada jalan dengan lalu lintas ringan hingga sedang, seperti jalan lingkungan, jalan kota, dan area pemukiman. Struktur gradasi terbukanya membuat HRS-WC mampu menyesuaikan diri terhadap pergerakan tanah dan perubahan suhu tanpa cepat retak.
Sementara itu, AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) unggul dalam kekuatan struktural, kehalusan permukaan, serta ketahanan terhadap cuaca dan beban berat. Campurannya yang padat menjadikan AC-WC ideal untuk jalan tol, jalan nasional, dan kawasan industri yang memerlukan umur layanan panjang dan perawatan minimal.
Dalam praktik di lapangan, kombinasi penggunaan kedua jenis aspal ini sering menjadi solusi terbaik:
- Lapisan bawah menggunakan HRS-Base atau HRS-WC untuk daya lentur dan daya lekat,
- Lapisan atas menggunakan AC-WC untuk kekuatan, ketahanan aus, dan kenyamanan berkendara.
Dengan strategi ini, jalan yang dibangun akan memiliki daya tahan optimal, permukaan halus, serta efisiensi biaya jangka panjang.
Sebagai penutup, baik HRS WC maupun AC WC sama-sama penting dalam sistem perkerasan modern. Pemilihan jenis aspal yang tepat harus mempertimbangkan fungsi jalan, beban lalu lintas, kondisi tanah, dan target umur layanan agar hasil akhir berkualitas, kuat, dan tahan lama.
Jika anda memerlukan info mengenai jasa pengaspalan bisa hubungi admin kami melalui nomor kontak berikut:
Whatsapp/Telepon: 095370143731
FAQ: Perbedaan Aspal HRS-WC dan AC-WC
HRS-WC (Hot Rolled Sheet – Wearing Course) memiliki tekstur lebih kasar dan rongga lebih banyak, cocok untuk daya cengkram kuat.
AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) lebih halus dan padat, ideal untuk permukaan akhir yang rapi dan nyaman dilintasi.
AC-WC umumnya lebih tahan lama secara struktural karena kepadatan campurannya lebih tinggi.
Namun, HRS-WC lebih unggul dalam kondisi jalan dengan potensi selip karena daya gesek permukaannya lebih baik.
HRS-WC cocok untuk jalan dengan intensitas hujan tinggi, tanjakan, tikungan, atau area yang membutuhkan traksi kuat.
AC-WC ideal untuk jalan utama, jalan perkotaan, dan akses area yang memprioritaskan kenyamanan berkendara dan tampilan lebih mulus.
